Ojan & Kia

Selasa, 24 Maret 2026

Kepada yth: Bpk/Ibu/Saudara/i

Tamu Undangan

Ojan & Kia

Save The Date

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik

Selasa, 24 Maret 2026

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Untuk mengikuti Sunnah Rasul-Mu dalam rangka membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Ya Allah perkenankan kami
untuk melaksanakan pernikahan kami.

Fauzan Affandi S.Pt

Putra Pertama dari keluarga
Bapak Syafriadi dan Ibu Feni Elvira

Zakiah Darajat S.IP

Putri Bungsu dari keluarga
Bapak Zulkifli S.Pd.I dan Ibu Yuningsih

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri Resepsi Pernikahan kami. yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Akad & Walimatul Urs
Acara Resepsi

Adab Walimah

Tanpa mengurangi rasa hormat, ada hal-hal dalam adab seorang muslim ketika menghadiri walimah
yang harus diperhatikan :

Memakai pakaian yang sopan dan menutup aurat

Memperhatikan waktu sholat

Mendoakan kedua mempelai

Dilarang merokok

Makan & minum sambil duduk

Tidak berjabat tangan dengan yang bukan mahrom

“Takdir tidak pernah tersesat ia tahu persis kemana harus berjalan untuk mempertemukan dua jiwa dalam naungan CintaNya”.

"Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir"

- AR-RUM 21 -

Kirim Kado Cashless
BSI (Bank Syariah Indonesia) Logo (PNG480p) - Vector69Com
a.n Zakiah Darajat
7120168325
Salin Rekening
BSI (Bank Syariah Indonesia) Logo (PNG480p) - Vector69Com
a.n Fauzan Affandi
7187850694
Salin Rekening

Konfirmasi Kehadiran

Wishes

Berikan ucapan terbaik
untuk kedua mempelai

Kami Yang Berbahagia,
Keluarga Besar Kedua Mempelai

Kia & Ojan

Atas kehadiran dan Doa Restunya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Zakiah & Fauzan

Our Love story

"Al arwahu junudun mujannadah…"
Jiwa-jiwa yang sefrekuensi akan didekatkan.

Sebuah hadits yang tidak asing ditelinga para aktivis dakwah kampus. Dan kami meminjam hadits ini untuk mengawali kisah cinta kami. 

Sudah sejak dibangku kuliah kami saling tahu tentang masing-masing, namun Allah belum menakdirkan kami untuk berjuang bersama. Meski tak saling menyapa, kami berjuang dijalan dakwah yang sama bahkan memiliki concern yang sama pula terhadap Muslimpreneur yang membangkitkan umat untuk kuat secara finansial. Memang benar bahwa "hidup bukan tentang materi", tetapi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mengusahakan kebangkitan umat ini dapat dimulai dari mengusahakan kebangkitan ekonomi dan bukankah Allah yang berjanji tentang berubahnya nasib suatu kaum saat mereka memilih untuk merubahnya?!

Kami berjalan sendiri-sendiri, namun menuju tujuan yang sama.

Fauzan berkontribusi aktif dalam program penguatan UMKM di Sumatera Barat, hingga belajar membangun platform bisnisnya sendiri dan di waktu yang sama Zakiah pun belajar membangun bisnisnya di Jambi dan menjadi business owner yang mampu menggaji para karyawannya sendiri  meski belum menuntaskan studi.

Hingga pasca kampus pun takdir Allah belum juga mempertemukan kami, kami berjalan pada halaqoh dakwah yang tak lagi sama namun Allah tetap menakdirkan kami berjalan ke pulau yang sama, kami berada di pulau jawa sebagai perantau yang meniti garis takdir yang Allah pilihkan untuk kami. Disini Fauzan mengeksplorasi tentang koperasi hingga memilih berkarir di bidang business and investment advisory sementara Zakiah memutuskan untuk lanjut tholabul ilmi di PKU Gontor, mengajar dan melanjutkan S2 disini.

Kami tidak sedang menjauh. Kami sedang ditumbuhkan.

Dan pada waktu yang tak pernah kami sangka, Allah mempertemukan dua perjalanan juang itu.

Bintaro, Tangerang Selatan — kami didekatkan dengan jarak yang hanya terbentang sepuluh menit, namun ditempuh oleh proses bertahun-tahun.
Akhir 2025 menjadi saksi pertemuan CV, diskusi visi, restu keluarga, hingga proses ta’aruf dan nadzhor yang ditemani guru kami, Ustadzah Sely dan Ustadz Soni.

9 Januari 2026, keluarga Fauzan bersilaturahmi ke Jambi, mengkhitbah Zakiah dengan penuh harapan dan doa.

Semua terasa begitu tenang. Seolah Allah berbisik,
"Sekarang waktunya."

Dengan mengharap ridha Allah dan restu kedua keluarga,
Bismillah…

Kami memutuskan melanjutkan perjuangan ini bersama.
Bukan sekadar tentang dua insan yang saling mencinta,
tetapi tentang dua visi yang dipersatukan dalam ibadah.

InsyaAllah, 24 Maret 2026 akan menjadi saksi terikatnya dua hati dalam perjanjian agung — Mitsaqan Ghaliza.

Karena pada akhirnya,
cinta terbaik bukanlah yang datang paling cepat,
melainkan yang Allah hadirkan pada waktu paling tepat.